A. Judul
Fermentasi pada
pembuatan tape ketan
B. Dasar Teori
Biotekhnologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah yang
menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk dan jasa guna kepentingan manusia.
Ilmu-ilmu pendukung dalam biotekhnologi meliputi mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi
sel, teknik kimia, dan enzimologi. Biotekhnologi tradisional adalah biotekhnologi yang memanfaatkan
mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan. Salah satu contoh biotekhnologi tradisional
adalah tape. Tape merupakan makanan tradisional yang banyak
dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses
fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae.
C. Tujuan
Untuk mengetahui cara pembuatan tape dalam penerapan
bioteknologi.
D. Alat dan Bahan
·
Beras ketan hitam atau putih ¼ kg
·
Ragi
·
Air
·
Pengukus nasi (langseng)
·
Kipas
·
Tampah
·
Cukil kayu
·
stoples
E. Cara Kerja
1. Cuci bersih semua
perlatan yang akan dipakai dalam pembuatan tape;
2. Cuci bersih
beras ketan;
3. Rendam beras
ketan yang akan digunakan, selama 12 jam atau bisa juga 1 malam;
4. Setelah
direndam selama 12 jam atau 1 malam, angkat dan bersihkan kembali;
5. Kukus sampai
matang dan wangi;
6. angkat beras
ketan sudah matang, lalu simpan di atas tampah dan ratakan
7. dinginkan
dengan cara mengipasinya;
8. setelah dingin,
taburkan ragi yang telah dihaluskan dan diaduk sampai merata. Pemberian ragi
harus sesuai dengan takaran. Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih;
9. Bungkus beras
ketan yang telah diberi ragi tersebut dengan daun pisang atau dimasukkan
kedalam keler (stoples);
10. Simpan selama 2
– 3 hari dan jangan dibuka-buka.
F. Tabel Hasil Pengamatan
|
No.
|
Hari/tanggal
|
waktu
|
Proses yang dilakukan
|
|
1
|
Minggu, 11
Maret 2012
|
01.00
|
Merendam
beras ketan (perendaman)
|
|
2
|
Senin, 12 Maret
2012
|
13.00
|
Mengangkat
beras ketan, mengukus, dan membungkus.(pembuatan)
|
|
3
|
Selasa –
Rabu, 13 – 14 Maret 2012
|
|
Fermentasi
(keadaan
anaerobik=tanpa oksigen)
|
G. Kesimpulan
Berhasil atau tidaknya pembuatan tape
ditentukan oleh pemberian dari raginya. Karena, apabila pemberian ragi terlalu
sedikit maka rasanya tidak manis dan keras. Begitupun dengan pemberian ragi
yang terlalu banyak akan mempengaruhi rasa dari tape ketan itu sendiri.
Asal ragi
juga dapat menentukan kualitas tape yang dihasilkan, karena ragi berperan
sebagai pengeraknya.
H.
Pertanyaan
1.
Apa fungsi dari perendaman selam 12-18 jam sebelum beras ketan dikukus ?
2.
Mengapa pemberian ragi harus dilakukan setelah ketannya dingin ?
3.
Mengapa asal dari agi dapat menentukan kualitas tape yang dihasilkan?
Jawab …
1.
Fungsinya agar dapat menambah masa ketan, supaya tidak keras dan
berpengaruh saat proses pengukusan.
2.
Karena jika ragi diberikan ketika ketannya masih panas, maka ragi
tersebut akan berubah menjadi bateri.
3.
Karena ragi berperan sebagai pengeraknya.
wah, terimakasih ilmunya mbak
BalasHapuscara membuat tape ketan