Jumat, 22 Februari 2013

fermentasi pada pembuatan tape ketan


A.    Judul
Fermentasi pada pembuatan tape ketan
B.    Dasar Teori
Biotekhnologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk dan jasa guna kepentingan manusia. Ilmu-ilmu pendukung dalam biotekhnologi meliputi mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi sel, teknik kimia, dan enzimologi. Biotekhnologi tradisional adalah biotekhnologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan. Salah satu contoh biotekhnologi tradisional adalah tape. Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae.
C.    Tujuan
Untuk mengetahui cara pembuatan tape dalam penerapan bioteknologi.
D.   Alat dan Bahan
·         Beras ketan hitam atau putih ¼ kg
·         Ragi
·         Air
·         Pengukus nasi (langseng)
·         Kipas
·         Tampah
·         Cukil kayu
·         stoples
E.    Cara Kerja
1.     Cuci bersih semua perlatan yang akan dipakai dalam pembuatan tape;
2.    Cuci bersih beras ketan;
3.    Rendam beras ketan yang akan digunakan, selama 12 jam atau bisa juga 1 malam;
4.    Setelah direndam selama 12 jam atau 1 malam, angkat dan bersihkan kembali;
5.    Kukus sampai matang dan wangi;
6.    angkat beras ketan sudah matang, lalu simpan di atas tampah dan ratakan
7.    dinginkan dengan cara mengipasinya;
8.    setelah dingin, taburkan ragi yang telah dihaluskan dan diaduk sampai merata. Pemberian ragi harus sesuai dengan takaran. Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih;
9.    Bungkus beras ketan yang telah diberi ragi tersebut dengan daun pisang atau dimasukkan kedalam keler (stoples);
10. Simpan selama 2 – 3 hari dan jangan dibuka-buka.

F.    Tabel Hasil Pengamatan
No.
Hari/tanggal
waktu
Proses yang dilakukan
1
Minggu, 11 Maret 2012
01.00
Merendam beras ketan (perendaman)
2
Senin, 12 Maret 2012
13.00
Mengangkat beras ketan, mengukus, dan membungkus.(pembuatan)
3
Selasa – Rabu, 13 – 14 Maret 2012

Fermentasi
(keadaan anaerobik=tanpa oksigen)
G.   Kesimpulan
      Berhasil atau tidaknya pembuatan tape ditentukan oleh pemberian dari raginya. Karena, apabila pemberian ragi terlalu sedikit maka rasanya tidak manis dan keras. Begitupun dengan pemberian ragi yang terlalu banyak akan mempengaruhi rasa dari tape ketan itu sendiri.
     Asal ragi juga dapat menentukan kualitas tape yang dihasilkan, karena ragi berperan sebagai pengeraknya.
H.   Pertanyaan
1.     Apa fungsi dari perendaman selam 12-18 jam sebelum beras ketan dikukus ?
2.    Mengapa pemberian ragi harus dilakukan setelah ketannya dingin ?
3.    Mengapa asal dari agi dapat menentukan kualitas tape yang dihasilkan?
Jawab …
1.     Fungsinya agar dapat menambah masa ketan, supaya tidak keras dan berpengaruh saat proses pengukusan.
2.    Karena jika ragi diberikan ketika ketannya masih panas, maka ragi tersebut akan berubah menjadi bateri.
3.    Karena ragi berperan sebagai pengeraknya.





1 komentar: